RSS

Sisi Awal I

Duaarrr... Dentuman keras memekakan telingaku, sontak aku yang sedang tidur pulas kelabakan karna suara tersebut,"Anjreeettttt,,, ganggu tidur gw aja tu mobil.."  gumamku. Tempat tinggalku memang dekat sekali dengan jalur bebas hambatan namun sering terhambat,  betul Jalan Tol, bukan hal aneh lagi, jika ada ban mobil yang pecah di jalan tol, sering membuat aku terkaget-kaget, karena memang sangat jelas suaranya, apa lagi kalau suasana malam hari, makin lah terdengar keras.

Duarrrr ... Duarrr... Duarrrr...
kali keduanya aku loncat karna kaget,,, "watdefak?????"
"Wooyyyyy..... Bangunnnnn,,,, jam berapa ini, ampun males banget si lu jadi anak, mau sekolah kan luuuu????" teriak si emak. Ternyata suara dentuman yang aku kira suara Ban Mobil Container pecah adalah suara pintu kamar ku yang di pukul-pukul emak pakai ember.
Ritual yang di lakukan si emak setiap pagi hanya untuk membangunkan ku, anaknya -yang katanya super males-. Kalau begini caranya sih yang bangun bukan aku daong, mungkin para penghuni kuburan di ujung jalan kampung pun bakalan kaget, secara mereka baru saja istirahat setelah semaleman ber aktifitas.

Bukannya langsung bangun yang aku lakuin adalah ambil Hp, cek TL dan Notif Fb, kali aja ada cewe yang komen status aku atau ada yang mention aku di twit, maklum lah jomblo ngenes yang sama sekali belum pernah di pandang cewe, jangankan di pandang di lirik saja pun tak pernah, mungkin. Padahal tampang gak kusut-kusut amat, style Ok, rambut harajuku -katanya sih-, body ya ideal lah untuk ukuran orang Indonesia, hanya idung ku sedikit overload dan jidat yang melebihi kapasitas juga gigi yang sedikit mirip garpu daging, (lumayan kan ?).

"Whattt???" keringat dingin tiba-tiba saja mengucur deras dari Jidat lebar miliku terus mengucur hingga sampai di ujung hidungku yang besar, mataku terbelalak, bibir bergetar, tanganku tak kuasa lagi memegang Hp kesayanganku, sepertinya dunia mau runtuh, dan aku coba baca lagi Update status akun facebook teman sekelasku, meyakinkan apa benar yang aku baca tadi atau aku hanya salah baca, ternyata benar, hari ini ulangan matematika.!!!
Duuaaaaarrrrr... lagi suara pintu yang di lempar ember oleh emak. Tanpa pikir panjang aku langsung menyambar handuk yang tergantung di pintu kamar  dan bermanufer langsung menuju kamar mandi -berhenti sejenak di dapur untuk melihat sarapan apa yang di sediakan emak tercinta- Aku yakin jika Dentuman Besar dari pintu kamar ku berkumandang, pasti waktu saat itu sudah melebihi pukul 7 pagi.

Arif---
panggil saja begitu, atau lebih banyak sahabat ku memanggil dengan Ifin (mungkin lebih tepatnya ipin). Seorang siswa dari Sekolah Menengah Atas di sebuah Kota, tanah Sunda, lumbung Padi nya Indonesia, Karawang. Hobby aku mencari hal baru, entah apa itu, baik positif atau pun negatif  -karena hidup butuh keseimbangan-, tergila-gila sama lagu dangdut hingga datang seorang teman baru yang menghancurkan kegilaanku dengan influence Harujuku yang katanya dia dapat dari pamannya yang tinggal di negeri tempat kelahiran Naruto dan Doraemon di sana, Jepang. Nomor sepatu 41, tinggi badan 171, berat badan 49, lingkar perut??? hah? lingkar dada??? perlu ya???


"mak.... arif brangkat, Asslamualikum" teriak aku sambil lari dengan masih menggigit sepotong goreng tempe ternikmat buatan emak.
Bak atlet marathon aku terus berlari menuju tempat di mana biasanya supir pribadi ku mangkal, sebuah mobil sejenis -mungkin- kijang berwarna biru dengan cat seadanya, terkadang karat ada di bagian mana saja, yaa, angkot.
"brakkk" suara pintu depan angkot yang aku ayun sekencangnya aga bisa tertutup rapat, " bang ayo bang jalan, kesiangan nih" hasut aku ke abang angkot "terus? gw peduli gitu? lo kira yang naek angkot gw lu doang???" anjret nih abang angkot, asem banget gak tau apa gw lagi buru-buru. Pucuk di cinta ulam pun tiba, dari kaca spion tampak se-onggok tumpukan besi berjalan menuju ke arah ku, 07, supir pribadiku yang lain datang, dengan sigap aku keluar dari angkot abang tak ber-Pri kemanusiaan tersebut. langsung cegat dan naik. tak peduli seberapa penuh dan tersiksanya nanti di dalam angkot, yang penting tak tersiksa karena telat ulangan. Istilahnya bersakit-sakit dahulu dan berpusing-pusing kemudian -halah- .

Akhirnya bisa duduk juga, Ku buka tas lusuh ku, Niatnya sih mau baca-baca sambil mengingat-ingat rumus yang sama sekali aku belum pernah ingat, tapi... perhatian ku tertuju pada bungkusan yang ada di dalam tas, sesuatu entah apa. Perlahan dan pelan aku ambil, sesuatu yang terbungkus rapih dalam balutan kertas koran bekas, apa ini?? waahhh... mataku berbinar-binar dan kemudian berkaca-kaca, terharu bahagia. TEMPEE GOREENNGG..... emak ku emang hebat dan paling mengerti. Sikat abis nih tempe, pikirku tanpa menghirukan apa yang terjadi di sekitar, dengan lahap aku gigit kemudian kunyah tempe itu hingga lupa apa sebenarnya tujuan utamaku membuka tas.

Jdaaaakkk.... "banggg, adduuhh, kira" dong kalo mau rem ngedadak gitu" menahan sakit,, kepalaku ke pentok dinding besi angkot.
Apa itu? pandanganku tertuju pada sebuah buku di lantai angkot, tertulis dengan jelas nama pemilik buku tersebut, ai......... ai apa ya? sisanya tertutup oleh tempe goreng miliku yang ikutan jatuh ketika si abang angkot berenti mendadak tadi.

"iiihhhh,,, jorok ahhhhh" sebuah suara manja membuyarkan konsentrasiku. refleks "duh maaf teh gak sengaja tempenya jatuh ke buku teteh" sambil mengambil dan membersihkan sisa tempe yang menempel itu.
"sini buku gw" timbal si pemilik buku jutek, sembari merebut paksa bukunya dari tanganku.
"yehhh biasa atuh teh, da saya ga sengaja. tuh si abang  yang rem mendadak tadi, saya juga ga mau tuh tempe di buang, mubaziir kata emak juga" jawabku
"suka-suka gw" ketus
"yaudah sihh,, yeeehh"
"........" pasang muka jutek.

Dari logat bahasanya sepertinya dia bukan asli Karawang, dari muka dan gaya berpenampilanya pun sepertinya asing dari pandanganku. Aku perhatikan lebih jelas, dari seragamnya pun terlihat jelas itu bukan seragam sekolah dari karawang, naluri detektif ku muncul, entah emang sifat penasaran ku yang terus haus hingga dalam pikiran terus ada rasa ingin tahu tentang itu cewe jutek.
"ipin" kaca angkot di ketok, segenap pikiran ku, tanda tanya besar tentang cewe tersebut berlarian entah kemana karena kaget. aku lirik dan cari dimana asal suara tersebut.
"Kamen" "bang stop bang" lempar duit serebu perak buat ongkos kemudian turun dan langsung menuju ke tempat si Eka -kamen- Permana menghentikan laju sepeda motor bebek kuning hitam yang dia beri nama bumble bee tersebut.

Dengan tawa lebar khas seorang sahabat menyambut gembira kedatangan ku dan siap membelah jalanan bersama menuju titik pecahan cita-cita berada.

--------========---Eka "kamen" Permana----========----------
cowok yang lahir satu tahun lebih muda dari aku, satu kelas denganku mulai semester awal kemarin ketika beranjak kelas 2. Seorang yang gila akan hal yang berbau jepang, entah itu komik anime, game, gaya berpakaian hingga di mempelajari bahasanya -sisi positifnya-. Dia lah yang menularkan virus-virus jepang itu  padaku, dan sahabatnya -yang benar-benar sahabat- yang lain. Lahir dari keluarga yang bisa di bilang lebih beruntung dari aku, Ibunya yang seorang guru, menjadikan dia pribadi yang sangat santun, sedikit pendiam -kalo menurut aku sih so cool padahal kaga ada sedikit pun tampang cool nya, hihihihi-

bersambung....



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

1 komentar:

Puuji mengatakan...

di tunngu kelnjutannya Mas

Posting Komentar