RSS

Bisa. Aku Bisa Ikhlas I

Liburaaaaannnnnnnnnn......... Yeeeeee.
Sekolah sengaja di liburkan, untuk beberapa hari, karena memang di sekolah sedang ada sesuatu yang entahlah apa itu, yang katanya urusan intern para petinggi disana.
Apa yang harus di lakuin kalau libur gini??
Bingung, mungkin jika aku punya sesosok makhluk yang lahir dari bagian tulang rusuk ku, tak akan merasa bingung seperti ini, mungkin aku sudah ajak dia untuk pergi jalan-jalan, nonton kebakaran atau hanya sekedar makan es cendol di sebrang gang sana.
Aihhh sesedih ini kah hidupku?? Masa liburan ini harus aku habiskan hanya dengan berdiam diri di rumah.
Pikiran ku melejit menerawangi sahabat-sahabatku. Membandingkan diri sendiri dengan mereka.
Ahh si Eka apa sih dia?? dia cuman punya kulit putih tampang cool dan wawasaannya yang extrim. Aku punya......seketika hening... mungkin aku bandingkan dengan si Aldy..
Apa sih si Aldy, dia ga bisa apa-apa, cuman jadi kapten basket terus pernah mewakili sekolah hingga juara dua olimpiade matematika se-kabupaten.
Aku pernah menjadi.....batinku berhenti berkata, jadi apa aku??? Mungkin aku menang melawan si Juli.
Ini nih si juli yang kurus, badan aku lebih ada isinya, meski hanya di bagian perut, prestasinya hanya di olimpiade fisika, dia tidak akan menang kalau tidak ada si Lulu dan si Yosep saat olimpiade itu, pemain terbaik saat kompetisi futsal antar sekolah, pencetak gol terbanyak, dan juara pertama saat debat antar sekolah di satu Universitas Negeri hingga dapat tawaran beasiswa.
Aku nih......masih saja mandek, prestasi apa yang aku punya???
Si Amir, kucel, jorok jarang mandi, tukang tidur, cuman mukanya aja yang melebihi kodrat, arjuna aja kalah sama dia. Aku??? dan aku??? aku apa?? apa yang aku punya???? wajar saja tak ada yang mau melirik aku. Ya Tuhan, dosa apa yang di buat leluhurku sehingga kutukan ini kau sematkan pada diriku???

Aku melirik ke arah cermin di sana, mengehala nafas panjang.
Mulai bercermin, senyum-senyum, berpose miring, berbalik, merunduk, dan berdiri tegap. ya Tuhan aku ganteng juga ternyata, keren. Biar ada bekas jerawat di hidungku, itu kan cuman dikit, ga terlalu terlihat, jidatku melebihi kapasitas, ahh masih bisa aku tutup oleh rambut poni ku ini, hidungku juga sepertinya over load tapi tak apalah, masih bisa tertutup oleh tatapan tajam mataku. Hmmmm betapa kerennya aku...
Otaku mulai bersenggama dengan bisikan batinku yang terus mengumandangkan kalimat "Betapa kerenya aku". Otak mulai menyalurkan sugesti nye ke bibir ku, dan mulai senyum-senyum sendiri, ke mata mulai memberi pemandangan indah berbunga-bunga, ke hidung menciptakan wewangian bunga tersebut, yang wanginya mampu mengalahkan toko parfum refill yang ada di ujung jalan sana, yang sering aku lewati ketika berangkat atau pun pulang sekolah.

Tiba-tiba saja pintu kamar ku di buka mereka, "Wooyyy ngaca aja kerja lu, jelek ya tetep jelek lah, ampe tu kaca retak berjamur dan lumutan, jelek di muka lu udah dominan, ga akan pernah berubah, dia uda berdomisili tetap di muke lu itu"

Anjreeettttt....
Sumpah sakit, secepat suara itu mencapai gendrang telingaku, secepat itu pula hati aku terinfeksi guyonan pedas dari mereka yang memang sangat di niatkan untuk meledek.
Remuk jantungku, sakit hatiku, gubug derita ini bermain dengan hati ku hingga musnah dengan sempurna. Aku marah, ingin benci, ingin terlahir kembali sebagai pangeran berkuda putih berdompet tebal berkacamata hitam dan bersepatu mengkilat.
"Apa sih?? ganggu saja orang sedang ngelamun, maksudnya apa ngatain gua kaya gitu?"
Amarah ku memuncak dengan bibir yang masih monyong-monyong atau emang sudah kodrat nya??? Aahhh Whatever lah, yang jelas semakin kalimat itu di simpan di hati, semakin naik tensi darah ku ini, ga ada gunanya ini di piara di dalam kandang hati, lebih baik aku ngandangin angsa aja, yang sudah jelas telurnya mahal, dan siapa tahu dia bisa bertelur emas kaya di dongeng-dongeng.

"wkwkwkwkw santai brad, becanda doang, main yu, dari pada di rumah ga karuan, kita belah jalanan kota karawang" Si Aldy berkomentar.
"Nyokk.." Jawabku singkat....
Ternyata deritaku masih saja ada, di luar rumah menunggu si Juli dengan pasangannya, si amir juga dengan pasanganya, ada si Silvi juga temen deketnya si Aldy, yang sudah pasti cewek.
"gua dimana??? ama siapa???" tanya aku bingung
"Bawa motor dong, kita jalan-jalan bareng, tapi lu bawa motor sendiri" Jawabnya Eka, dengan amat sangat enteng.
"Ga ikut deh, motornya lagi di pake babeh buat nyari duit" Aku memberi saran kepada mereka untuk tetap berangkat saja tanpa aku ikut dengan mereka.
"Lu ga ikut, kita ga jadi sob" Si Juli menyambut saranku dengan kalimat tersebut.
Terlihat tampang kecewa dari wajah para pasangan mereka, aku yakin kalo sahabat-sahabtku ini tidak mempermasalhkan jika rencana tersebut gagal terlaksana, tapi lain lagi dengan pasangan mereka.
Aduuuuuhhhhhh...... Aku jadi dilema, apa yang harus ku perbuat, aku memutar otak, menjungkir balik kan pikiran, hmmmm,,
"tunggu deh bentar." Kata ku



Bersambung...



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar