RSS

Sisi Awal V

Cling Cling Clingg..... Dua buah uang logam gopean di jatuhkan ke meja tempat kami berkumpul tadi.
"Tolong bawakan aku sebuah makanan yang mengandung lemak. vitamin serta karbohidrat dalam dua sajian sederhana" Pinta sang Einstein sambil mengedipkan matanya ke arah kami, kami bengong saja, makanan apa yang mengandung itu semua dengan harga 2 buah logam 500 an ini???
"Apaan Jul??? mana ada jajanan kaya begitu, gopean pula??" Tanya si Aldy bingung pula.
"Bawain aja ba'wan sayur dari warungnya Bu Tuti" Misteri terpecahkan oleh 4 orang cewek yang dateng menghampiri kita. Ani, Lulu, Lala dan Desi.
Bener juga, ba'wan sayur pan sudah adda itu semua, ada wortel, sayuran, terigu juga minyak yang mengandung lemak.
Mereka, 4 orang yang juga selalu mengisi lembaran buku cerita kami di SMA,
Desi teman sekelas si Aldy waktu kelas 1 dulu, awalnya mereka tidak terlalu akrab, dan akhirnya malah menjadi salah satu dari kami, hanya gara-gara si Eka yang keranjingan internet kebingungan mencari pulsa utnuk memuaskan hasrat ber-Internet nya, bak Malaikat yang tiba-tiba saja jatuh menimpa genteng kelas tembus terus menerobos langit-langit kelas kami yang penuh dengan butiran-butiran permen karet bekas yang sengaja di tempelkan dengan cara di lempar.
Dengan nada manis, semanis gula non Kalori yang tidak membuat naik kadar gula yang menyebabkan diabetes. Seindah butiran embun pagi hari yang menempel lekat di bunga Kamboja yang tertanam menjulang indah di area pemakaman depan rumah si Eka.
"Ehh , Kamu mau beli pulsa? di Aku aja, gak apa-apa bayar besok juga, kita kan satu sekolah. lagi pula aku kenal sama si Aldy" 
Yupzz kalimat itulah yang mengawali masuknya dia dalam hiruk pikuk persahabatan kami.

Lulu si gaul yang tidak mau kalah dalam hal positif, mengawali karir nya dalam persahabatan kami dalam suatu Olimpiade Fisika, yang waktu itu dia di partner-kan bersama si Juli, rambatan cahaya pun mungkin kalah dengan kecepatannya mengakrabkan diri, gampang beradaptasi dengan hal baru begitupun dengan kegilaan kami di mampu dengan cepat mengimbangi ledekan, ocehan, dan fitnah-fitnah yang kami cercakan kepadanya yang semuanya hanya terjadi diantara kami.
Gadis paling tangguh diantara yang lain, tergila-gila akan Tim Sepak Bola Negara Jerman, saking tangguhnya, tak ada cowok yang berani dekati dia, entah kenapa, padahal menurutku mukanya tetep manis dengan tatapan matanya yang selalu terlihat sinis, bibirnya yang bawel menandakan dia selalu optimis. Jutek, memang gak akan aku sangkal, tapi di balik itu, dia pribadi yang care terhadap sahabat-sahabatnya.

Ani Manis, berkulit eksotis, korban Mode dan paling manja di antara yang lain, pribadi yang setia dan selalu ingin terlihat sempurna, teman sekelas Lulu dari kelas satu dulu. Penampilnnya yang nyentrik membuatnya di kenal se-antero penghuni sekolah, di samping itu, di memiliki otak yang blink dalam segala hal, ide-ide nya yang kreatif tak ayal membawa sekolah kita pada posisi pertama dalam setiap perlombaan.
Sering berkhayal bahwa dia adalah putri dari sebuah kerajaan nan indah, namun dia tersesat di sebuah hutan tanpa penghuni, yang di kuasai oleh beberapa penyihir yang memiliki kekuatan magic tertentu, menunjuk aku sebagai penyihir berpenampilan paling buruk, yang bisa membuat layu bunga satu taman dengan hanya sekali tiupan nafas. Menunjuk si aldy sebagai monster menyeramkan namun menyembunyikan wujud aslinya di casing non original yang di dapat dari memangsa pangeran tampan yang mau menyelamatkan dirinya.
Ahhh hayalannya membuat kami berdecak aneh.

Lala, cantik! kata pertama yang bakal keluar dari mulut orang yang ngeliat dia. Dancer, supel, pinter. Kritis. Mungkin bisa di bilang perfect. Jembatan kita untuk berkomunikasi dengan guru, dialah telik sandi kami, mata-mata paling tajam. berkat dialah, segala informasi tentang sekolah pasti selalu sampai kepada kami, baik informasi event, ataupun wacana dan rencana apapun yang akan di lakukan sekolah dan osis, dia pasti lebih tau. Spirit booster, dalam segala hal apapun dialah yang selalu menjadi pemeberi semangat, paling ceria diantara yang lain, sesedih apapun, sesakit apapun, senyum atau tawa tak pernah sedikit pun lepas dari bibirnya. Bawel, apa lagi menyangkut hal-hal kebaikan untuk sahabatnya.

Tawa kami bersenggama dengan riuh ricuh suara decak bibir kami melahap habis makanan yang sedari tadi memanjakan para cacing yang semakin kewalahan menangkap pecahan makanan yang jatuh melewati kerongkongan, tangan terus menyuplai, dengan piawai bibir saling menjauh, lidah bergoyang dan gigi memukul , meratakan dan menghancurkan setiap bentuk apapun yang ia temui di dalam mulut.

"kawaita kaze wo karamase, anata wo tsuruteku no sa"
 Hp si eka berbunyi, tanda ada sebuah pesan yang terlempar ke kotak masuk di sana.
Eka tersenyum, tepatnya sih nyengir.
"Sebentar, ai gua mau kesini, bawa makanan" Sekarang bukan hanya si eka saja yang nyengir, aku pun senyum-senyum saja mendengar makanan akan menyambangi tempat kami berkumpul.
"Hai kaka, duh ngerumpi apa sih, sepertinya seru, silvi ikut ya"  Suara manis yang menandakan kalaau si pemilik adalah seseorang yang feminim dan girlly, anggun dan cewek banget gitu. Yaa, Silvi Maulida, gadis kelas satu yang bisa membuat pangeran dari jepang ini melemparkan samurainya dan bertekuk lutut memohon ampun meminta dan mengemis balasan cinta. Silvi Maulida?? Kok di panggil Ai? Sudah di bilang dari awal, Eka adalah sesosok makhluk yang sangat terobsesi pada negara tempat lahirnya naruto di sana, apa pun itu pasti tidak akan lepas dari attribut yang berbau negara tersebut, tak lepas juga tentang hal hati. Ai (愛) adalah cinta dalam bahasa nya Naruto.
"Silvi kemarin belajar bikin kue, vi bawa aja ke sini, mudah-mudahan kakak mau nyobain ya,  kalau enak bilang enak ya, kalau ga enak kira-kira kurang apa, nanti besok di perbaiki" Silvi menawarkan apa yang di bawanya tersebut, wangi baunya, sepertinya manis, ahhh masa bodo mau manis, mau pedes, mau gurih yang penting cacing-cacing ini bisa tidur minimal sampai besok pagi. 5 detik berlalu, tak ada sisa lagi kue tersebut di tempatnya, semua sudah berpindah ke tangan kami, tak berfikir panjang, tampilannya memanjakan mata dan magnet di perutku sudah menarik-nariknya, langsung saja kami lahap.
satu gigit saja sudah membuat kami hening, tak ada sepatah kata yang terlontar.
"enak ga???" tanya silvi penasaran.
watdefak, cake apa asin gini, seperti ada rasa bakso ikan juga, aku memandang lulu, dia tersenyum, si ani berkeringet, si aldy matanya berair, si amir??? tetep aja dia lahap.
"Enak banget ai, manis kaya kamu, tapi manisnya tidak bikin kita diabet, iya gak sob?" Jawab si eka
Dusta dalam cinta, hadah sudah mulai terjadi disini, beginilah orang jika sudah di butakan oleh cinta, bukan hanya mata, bukan hanya hati, tapi seluruh Indra yang di miliki pun akan menjadi buta.
"heee" aku senyum saja "enak, vi tapi kayanya ini bikin seret, gw beli minum dulu ya" lanjut ku.
"Ipin ikut" Si Lulu beranjak dari tempat duduk nya.
Ani dan Juli berpandangan, lalu bebarengan memandang ke arah Eka kemudian senyum . "gw ke kamar mandi dulu ya" Ucap Juli dengan makanan yang masih mulutnya, enggan sekali dia mendorong melewati kerongkongannya.
"Vi ga bakat bikin kue ya bie? kayanya ga enak deh" Adu nya kepada eka, dengan nada seperti kecewa.
"Dih enak tau ai, mereka aja yang ga tau rasa, tidak punya cita rasa tinggi seperti aku, nih aku makan ya semuanya, enak banget" Eka menghibur bidadarinya sambil mengambil potongan kue yang aku simpan kembali di kotaknya, melahap semuanya, meski terlihat keringet yang keluar dari dahinya, matanya pun berair merasakan ke tidak karuannya rasa dari cake tersebut, hanya tampilan saja yang mengundang selera.

Aku kembali, tapi tak tega untuk kembali bergabung berdsama 2 sejoli, melihat mereka sedang bercanda, senyum dan tertawa saling memanjakan, serasa kelas itu milik mereka berdua. Loh si Amir sih ngapain disitu kalau kelas cuman milik mereka, anggap saja si Amir penunggu kelas yang memang sengaja di datangkan untuk menjaga kelas tersebut tetap terjaga kebersihannya, kerapihannya dan keamanannya.

Aku senyum melihat mereka, berbalik badan dan ku lihat si Aldy seperti biasa sedang meladenin Fans dia, yang lain mana, Ku lihat Lulu dan Juli sedang asik membahas satu buku yang sepertinya otaku tidak akan sampai jika harus bergabung, aku urungkan niatku.
"hahhhh" aku menghela nafas panjang, ada pula sisi di mana aku kesepian

Bersambung.



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar