Laju kencang Bumble Bee menembus antrian panjang kendaraan menuju haluan utama, titik temu dimana dunia dan mereka yang ingin memperbesar otak bertemu.
"Brad, tadi ketemu ama cewek, super duper jutek, tapi kayanya bukan anak sini deh, entah dari dimensi mana dia lahir, ntu cewek manis sih tapi sayang kayanya berekor dan bertanduk!!!!" aku mengadu, membuka percakapan, memeceah bising suara kendaraan.
"Dih? Emangnya kenapa? Apa yang bikin dia terlihat jutek? Emang apanya yang berbeda hingga bisa berhipotesa kalau dia bukan dari dimensi nyata seperti kita?" sedikit penasaran namun kembali melanjutkan koma-kamit mengikuti alunan lagi laruku yang keluar dari lubang-lubang headset yang tertancap rapat di kuping kiri dia.
aku ceritakan semua kejadian yang terjadi dari mula aku naik angkot dengan supir yang tidak memiliki hati nurani dan pri kemanusiaan hingga tragedi tempe loncat ke buku milik pemenang miss Indonesia kategori muka terjutek.
"wkwkwkwkwkwk,, ya iya lah mana ada orang yang tak marah jika kejadian tersebut menimpanya, secara ada potongan tempe bekas lu, manusia pemilik bibir terseksi dari abad ke 9 hingga sekarang, mendarat di benda miliknya, entah apapun benda itu " ledeknya tanpa dosa.
"heuuhh kampret, bukannya ngebela malah mencela, kualat lu nanti" serapahku kesal.
"heeeee,, Pisss" timbal Eka dengan mengangkat dua jari nya sambil nyengir kuda, menunjukan barisan gigi nya yang ku akui sangat putih dan merata, layaknya barisan para petugas pengibar bendera saat Upacara 17-an di kecamatan tampat tinggalku, walaupun ada yang sedikit kuning karena kualitas air untuk mencuci baju seragam tersebut memang dari kali di belakang kampung.
Selamat tidak jadi telat, sampai juga di pintu gerbang dunia, bumble bee terus meliuk bermanufer hingga sampai ditempat parkir. Dengan pasti langkah kami terus tertuju pada ruangan dimana akan terjadinya pertempuran antara otak, hati, tangan, mata, telinga dengan lembaran kertas yang memiliki berbagai senjata dan jebakan rumus yang mampu membuat keringat mengucur deras, jantung berdetak kencang, otak terasa keram, sakit perut, susah duduk, kaki dan lutut bergetar, tangan kaku dan masih tersisa banyak efek yang di timbulkan dari so'al-so'al yang tercetak jelas di setiap lembarnnya nanti.
"Cuyy....!!!!!!!"
Ada suara yang sangat tidak asing memanggil, Aku dan Eka menoleh dengan serempak, aku ke kanan dan Eka ke kiri memperhatikan sisi luar kita yang berjalan berdampingan, tapi entah kenapa kami tak menemukan si pemilik suara itu.
"woyyy.."
kami balik badan, ternyata dia ada di belakang, sudah tentu kami gak akan menemukan dia di kiri atau di kanan.
"lahhh", "aduhhh", refleks aku dan Eka,
Sesosok makhluk yang juga sepertinya lahir bukan dari alam kita muncul, dengan gaya rambut mirip-mirip Boy Band Korea, dengan 2 cewek di sampingnya.
--------=========---Aldy -Jadul- Rinaldi---=========-----------
Satu lagi sahabat, sejak kapan kami berteman, entah lah, sepertinya persahabatan itu muncul begitu saja, entah apa sebabnya saya tidak mau tahu, yang jelas persahabatan ini harus tetap saling menguatkan.
Seorang Cassanova kelas. Sebenernya tampang nya tidak begitu meyakinkan dan sama sekali tidak mendukung untuk menjadi seorang Cassanova, tapi nyali dan pede nya yang selangit, membuat dia di kenal dan terkenal bahkan termasuk 10 besar dari cowok paling Populer di SMA kami. Dengan bejibun prestasi yang di milikinya juga, pantaslah banyak cewek-cewek yang banyak meliriknya. Jadul adalah julukan dari salah satu teman sekelas kami, waktu dia terkena Razia kerapihan rambut, rambutnya di potong langsung oleh guru kesiswaan dengan style entah model apa, yang jelas jika di lihat seperti sarang lebah yang punya lubang di sana sini, dengan sangat terpaksa dia memotong rambutnya dengan potongan yang sangat-sangat jadul karena gak ada gaya yang lain yang bisa menutupi anehnya serangan fajar yang tiba-tiba saja di lakukan Pa Ade terhadap rambutnya. Jadilah mirip potongan rambut kakek-kakek tua. Tapi tetap saja untuk seorang Aldy, itu malah menjadi anugerah tersendiri, potongan rambutnya yang aneh itu, menurut para cewek malah menambah kesan lucu dan imut bagi dia. -Hahhh??? aneh kan-
"ladiesss, maaf nanti kita sambung lagi cuap-cuapnya, 2 pasien gw udah dateng, mereka ada konsultasi tentang bagaimana cara menaklukan hati para makhluk indah seperti kalian, maklum mereka itu kan jomblo terlantar yang butuh belas kasihan orang ganteng dan keren seperti gua, oke???"
Anjrit gayanya kaya taeek banget, sok cool.. aku dan Eka saling memandang karena jijik melihat tingkah sahabat kami yang satu ini.
"oke deh, nanti jam istirahat kita ke depan kelas lu ya aldy, pupyeeee....." dua cewek yang entah kena racun apa dari si Aldy itu pun berlalu...
"sengak lu dy, gue udah punya cewek, noh si Ipin yang masih jomblo ngenes terlantar" Omel Eka.
Aku cuman senyum aja, senyum sinis tepatnya sih.
"Loh kenyataaan, gak bisa kalian ngalahin kerennya gua, iya kan??? benerkan??? harus bener dong seantero sekolah ini pun sudah tau" Balas Aldy dengan gayanya yang sangat membuat muak.
bersambung.....
aku ceritakan semua kejadian yang terjadi dari mula aku naik angkot dengan supir yang tidak memiliki hati nurani dan pri kemanusiaan hingga tragedi tempe loncat ke buku milik pemenang miss Indonesia kategori muka terjutek.
"wkwkwkwkwkwk,, ya iya lah mana ada orang yang tak marah jika kejadian tersebut menimpanya, secara ada potongan tempe bekas lu, manusia pemilik bibir terseksi dari abad ke 9 hingga sekarang, mendarat di benda miliknya, entah apapun benda itu " ledeknya tanpa dosa.
"heuuhh kampret, bukannya ngebela malah mencela, kualat lu nanti" serapahku kesal.
"heeeee,, Pisss" timbal Eka dengan mengangkat dua jari nya sambil nyengir kuda, menunjukan barisan gigi nya yang ku akui sangat putih dan merata, layaknya barisan para petugas pengibar bendera saat Upacara 17-an di kecamatan tampat tinggalku, walaupun ada yang sedikit kuning karena kualitas air untuk mencuci baju seragam tersebut memang dari kali di belakang kampung.
Selamat tidak jadi telat, sampai juga di pintu gerbang dunia, bumble bee terus meliuk bermanufer hingga sampai ditempat parkir. Dengan pasti langkah kami terus tertuju pada ruangan dimana akan terjadinya pertempuran antara otak, hati, tangan, mata, telinga dengan lembaran kertas yang memiliki berbagai senjata dan jebakan rumus yang mampu membuat keringat mengucur deras, jantung berdetak kencang, otak terasa keram, sakit perut, susah duduk, kaki dan lutut bergetar, tangan kaku dan masih tersisa banyak efek yang di timbulkan dari so'al-so'al yang tercetak jelas di setiap lembarnnya nanti.
"Cuyy....!!!!!!!"
Ada suara yang sangat tidak asing memanggil, Aku dan Eka menoleh dengan serempak, aku ke kanan dan Eka ke kiri memperhatikan sisi luar kita yang berjalan berdampingan, tapi entah kenapa kami tak menemukan si pemilik suara itu.
"woyyy.."
kami balik badan, ternyata dia ada di belakang, sudah tentu kami gak akan menemukan dia di kiri atau di kanan.
"lahhh", "aduhhh", refleks aku dan Eka,
Sesosok makhluk yang juga sepertinya lahir bukan dari alam kita muncul, dengan gaya rambut mirip-mirip Boy Band Korea, dengan 2 cewek di sampingnya.
--------=========---Aldy -Jadul- Rinaldi---=========-----------
Satu lagi sahabat, sejak kapan kami berteman, entah lah, sepertinya persahabatan itu muncul begitu saja, entah apa sebabnya saya tidak mau tahu, yang jelas persahabatan ini harus tetap saling menguatkan.
Seorang Cassanova kelas. Sebenernya tampang nya tidak begitu meyakinkan dan sama sekali tidak mendukung untuk menjadi seorang Cassanova, tapi nyali dan pede nya yang selangit, membuat dia di kenal dan terkenal bahkan termasuk 10 besar dari cowok paling Populer di SMA kami. Dengan bejibun prestasi yang di milikinya juga, pantaslah banyak cewek-cewek yang banyak meliriknya. Jadul adalah julukan dari salah satu teman sekelas kami, waktu dia terkena Razia kerapihan rambut, rambutnya di potong langsung oleh guru kesiswaan dengan style entah model apa, yang jelas jika di lihat seperti sarang lebah yang punya lubang di sana sini, dengan sangat terpaksa dia memotong rambutnya dengan potongan yang sangat-sangat jadul karena gak ada gaya yang lain yang bisa menutupi anehnya serangan fajar yang tiba-tiba saja di lakukan Pa Ade terhadap rambutnya. Jadilah mirip potongan rambut kakek-kakek tua. Tapi tetap saja untuk seorang Aldy, itu malah menjadi anugerah tersendiri, potongan rambutnya yang aneh itu, menurut para cewek malah menambah kesan lucu dan imut bagi dia. -Hahhh??? aneh kan-
"ladiesss, maaf nanti kita sambung lagi cuap-cuapnya, 2 pasien gw udah dateng, mereka ada konsultasi tentang bagaimana cara menaklukan hati para makhluk indah seperti kalian, maklum mereka itu kan jomblo terlantar yang butuh belas kasihan orang ganteng dan keren seperti gua, oke???"
Anjrit gayanya kaya taeek banget, sok cool.. aku dan Eka saling memandang karena jijik melihat tingkah sahabat kami yang satu ini.
"oke deh, nanti jam istirahat kita ke depan kelas lu ya aldy, pupyeeee....." dua cewek yang entah kena racun apa dari si Aldy itu pun berlalu...
"sengak lu dy, gue udah punya cewek, noh si Ipin yang masih jomblo ngenes terlantar" Omel Eka.
Aku cuman senyum aja, senyum sinis tepatnya sih.
"Loh kenyataaan, gak bisa kalian ngalahin kerennya gua, iya kan??? benerkan??? harus bener dong seantero sekolah ini pun sudah tau" Balas Aldy dengan gayanya yang sangat membuat muak.
bersambung.....
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer






0 komentar:
Posting Komentar