8 rounde game pun udah terselesaikan, skor berakhir dengan 4 untuk Eka 3 untuk Amir dan 1untukku, memang aku terlahir untuk tidak punya ke ahlian untuk masalah seperti ini, halah melawan si Amir yang keliatannya males dan ga pernah sungguh-sungguh dalam hal apapun masih saja aku kewalahan.
Tiba-tiba riuh ricuh kegaduhan berhenti seketika, keringat dingin aku pun kembali mengucur, Bu Mira datang, dengan langkah tegas beliau memasuki ruangan kelas kami. Terlihat jelas sorot mata yang menggambarkan apa yang ada di lembaran kertas-kertas yang di peluk erat dalam dekapannya.
"pagi anak-anak, sudah siap dengan ulangan hari ini??" Sapa dan tanya Bu Mira dengan nada yang sangat tegas, kemudian beliau tersenyum sinis.
Kepalaku mulai pening, mual gak karuan, sekelilingku terlihat kabur, gerakan mereka seperti slow motion, tak ada suara, hening tapi masih terlihat mulut teman-temanku masih bergerak, namun tak ada suara yang terdengar.
Plookkkkk..... Pundaku di tepuk.
"Kenapa pin??" tanya si amir
"Aroma busuk dari rumus-rumus udah kecium sob, bawaannya mual, kayanya tu racun udah menembus ke dinding saraf gua sob" jawabku masih berkeringat.
"wkwkwkwkwkwkwkwk lebay banget, tenang aja, ga usah gugup gitu sob, ini kan cuman ulangan harian, gak nentuin lo bakal lulus atau tidak nanti" Hibur si Aldy
Aku nyengir, mengelap keringat dingin yang terus mengucur dari jidat lebar ku.
Dan sekuat apapun hati ku menguatkan mental untuk tetap berada di posisi normal, tidak merunduk, apa lagi meringkuk, semuanya sia-sia, sama sekali gak ada gunanya, setelah lembaran soal itu sampai di meja aku, semua berubah, pandangan mulai gelap, apa lagi setelah aku lihat lambang-lambang dan bentuk karakter aneh yang apalah itu, pening kembali menghiasi isi kepalaku yang entah segede apa isinya.
Gak ada setengah jam, si Aldy selesai mengerjakan semua soal yang di sajikan tersebut, di susul si Eka, kemudian beberapa temanku yang lain.
Dan aku??? Satu soal pun belum mampu aku kerjakan.
"Komik naruto No.1 ada berapa halaman sih ka?/" Tanya si Aldy
"Ada 23 Kali, Ya 4 sub judul kalo tidak salah" Jawab Eka
Ahh mereka mentang-mentang udah kelar ngerjain soal, sempet saja membahas komik, aku masih bingung dengan soal-soal yang ada di meja, sebenarnya ya tinggal di jawab saja, karena aku sama sekali tidak mengerti, jadi apa yang harus aku lakukan..
"ehhh dy, Episode 5 serial Fairy Tail ada perangnya lo, si Natsu ngeluarin 14 Jurus dengan Jari-jarinya, dan lompat dari ketinggian 27 lantai" Si eka mengabarkan ke Aldy.
Ahhhh ada lagi Fairy Tail, tapi kenapa mereka membahas semua yang ada nilainya ya? aku berfikir keras, dan terungkap lah sudah rahasia di balik pembicaraan si Eka dengan si Aldy, aku melirik si Amir, ternyata dia lebih peka dari aku, dengan santai dia mendengarkan apa yang akan di bicarakan si Aldy dan si Eka sesekali tanganya menulis isi dari kode yang dari tadi di berikan si Aldy dan si Eka.
Halaaahhhhhh,,, ternyata dari tadi jawaban dari semua soal ini udah di kasih oleh mereka berdua.
Sontak dengan cepat, melebihi rambatan cahaya, fikiran dan tanganku mulai beradapatasi dengan cerita dan obrolan antara si Aldy dan si Eka.
Senyum saja, tak ada keringat dingin lagi yang membanjiri lekukan wajah dan ketiak ku ini.
Rona wajahku kembali berseri, lebih terlihat segar, pink di pipiku, dan bintik-bintik hitam di hidungku kembali terlihat jelas.
"Waktunya habis, silahkan di kumpulkan, Adi tolong ambil semua lembar jawaban teman-temanmu" Kalimat yang terlontar dari bibir seksi berwarna merah kebiruan milik Ibu Mira, memecah ke heningan kelas dan mengembalikan ku ke kelas setelah berada di sebuah taman penuh bunga, penuh suara burung yang bernyanyi, sebuah taman kebahagian yang begitu saja tercipta karena aku mampu menghalau semua serangan rumus dan soal yang terus-terus saja di hujamkan oleh lembar-lembar soal tadi.
Dan Bell tanda berakhirnya jadwal pelajaran ini pun berakhir, saatnya untuk memanjkan perut di kantin sana, di surganya para cacing perut yang sedari tadi terus berdemo meneriakan hak-hak nya untuk di beri makanan.
Bu Mira pamit untuk kembali ke ruangannya di depan sana, di ruangan para pencerah dan pemberi cahaya, pembuka jendela dunia untuk kita.
Aku, Eka dan Aldy segera berhamburan keluar kelas, begitu pula dengan teman-temanku yang lain, hanya satu saja yang gak keluar kelas, Amir.
"Bawain makanan aja, gw tunggu di sini, di tempat ini, di mimpi yang akan gua rajut" Jawab si Amir ketika kami ajak untuk ikut serta memanjakan perut-perut kami.
"Yaelah, molor mulu lagu lu mir"
"HAAAIIIIIIIIII..............................." Sebuah teriakan di barengi tawa yang aneh terdengar jelas oleh kami, tidak mengagetkan kami, tidak pula menakuti kami, jika terdengar suara itu, tawa lah yang pasti akan muncrat keluar dari mulut kami, Juli Si pemilik suara itu. Mendengar suaranya saja kami sudah terpingkal-pingkal, apa lagi jika membayangkan kekonyolan apa saja yang sudah dan mungkin akan di lakukannya nanti.
Kami melihat ke arahnya, benar saja kami tertawa, melihat sesosok makhluk yang berdiri dengan gaya yang aneh, berpose mirip Elvys Presley akan berlagak di atas panggung.
----=====--- Oktaria "Einstein" Juli ---=====------
Adalah Einstein bagi kami, pakar Fisika yang dulunya satu kelas dengan kami. Karena otaknya yang blink-blink tersebut, banyak kelas yang menginginkan dia menjadi penghuni tetap disana, hingga sampai pada suatu hari dia terpaksa meninggalkan kelas kami, hanya karena ke Egois-an yang mengatas namakan pendidikan dan pelatihan serta pengawasan, seorang guru yang juga berkecimpung dalam dunia tarik menarik, dorong mendorong dan sejenisnya memaksa dan melucuti kebebasan serta hak sang Einstein untuk tetap memilih kandangnya.
Selalu berlagak "kritis" dalam segala hal, apa saja yang dia lihat pasti menjadi suatu bahan pertanyaan dan selalu jadi bahan penelitian yang tak ayal membuat kami juga ikut berfikir keras memikirkan, apa, kenapa suatu hal tersebut terjadi.
Dia yang mengajarakan kami apa itu Ikhlas yang sesungguhnya, ikhlas yang bukan berarti pasrah bukan berarti malas pula.
Yang terlahir jauh di bawah kami, dengan kehidupan seadanya namun penuh dengan kebahagiaan atas kesederhanaan.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer






0 komentar:
Posting Komentar