Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Bisa. Aku Bisa Ikhlas II
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Bisa. Aku Bisa Ikhlas I
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Sisi Awal V
Lala, cantik! kata pertama yang bakal keluar dari mulut orang yang ngeliat dia. Dancer, supel, pinter. Kritis. Mungkin bisa di bilang perfect. Jembatan kita untuk berkomunikasi dengan guru, dialah telik sandi kami, mata-mata paling tajam. berkat dialah, segala informasi tentang sekolah pasti selalu sampai kepada kami, baik informasi event, ataupun wacana dan rencana apapun yang akan di lakukan sekolah dan osis, dia pasti lebih tau. Spirit booster, dalam segala hal apapun dialah yang selalu menjadi pemeberi semangat, paling ceria diantara yang lain, sesedih apapun, sesakit apapun, senyum atau tawa tak pernah sedikit pun lepas dari bibirnya. Bawel, apa lagi menyangkut hal-hal kebaikan untuk sahabatnya.
Bersambung.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Sisi Awal IV
8 rounde game pun udah terselesaikan, skor berakhir dengan 4 untuk Eka 3 untuk Amir dan 1untukku, memang aku terlahir untuk tidak punya ke ahlian untuk masalah seperti ini, halah melawan si Amir yang keliatannya males dan ga pernah sungguh-sungguh dalam hal apapun masih saja aku kewalahan.
Tiba-tiba riuh ricuh kegaduhan berhenti seketika, keringat dingin aku pun kembali mengucur, Bu Mira datang, dengan langkah tegas beliau memasuki ruangan kelas kami. Terlihat jelas sorot mata yang menggambarkan apa yang ada di lembaran kertas-kertas yang di peluk erat dalam dekapannya.
"pagi anak-anak, sudah siap dengan ulangan hari ini??" Sapa dan tanya Bu Mira dengan nada yang sangat tegas, kemudian beliau tersenyum sinis.
Kepalaku mulai pening, mual gak karuan, sekelilingku terlihat kabur, gerakan mereka seperti slow motion, tak ada suara, hening tapi masih terlihat mulut teman-temanku masih bergerak, namun tak ada suara yang terdengar.
Plookkkkk..... Pundaku di tepuk.
"Kenapa pin??" tanya si amir
"Aroma busuk dari rumus-rumus udah kecium sob, bawaannya mual, kayanya tu racun udah menembus ke dinding saraf gua sob" jawabku masih berkeringat.
"wkwkwkwkwkwkwkwk lebay banget, tenang aja, ga usah gugup gitu sob, ini kan cuman ulangan harian, gak nentuin lo bakal lulus atau tidak nanti" Hibur si Aldy
Aku nyengir, mengelap keringat dingin yang terus mengucur dari jidat lebar ku.
Dan sekuat apapun hati ku menguatkan mental untuk tetap berada di posisi normal, tidak merunduk, apa lagi meringkuk, semuanya sia-sia, sama sekali gak ada gunanya, setelah lembaran soal itu sampai di meja aku, semua berubah, pandangan mulai gelap, apa lagi setelah aku lihat lambang-lambang dan bentuk karakter aneh yang apalah itu, pening kembali menghiasi isi kepalaku yang entah segede apa isinya.
Gak ada setengah jam, si Aldy selesai mengerjakan semua soal yang di sajikan tersebut, di susul si Eka, kemudian beberapa temanku yang lain.
Dan aku??? Satu soal pun belum mampu aku kerjakan.
"Komik naruto No.1 ada berapa halaman sih ka?/" Tanya si Aldy
"Ada 23 Kali, Ya 4 sub judul kalo tidak salah" Jawab Eka
Ahh mereka mentang-mentang udah kelar ngerjain soal, sempet saja membahas komik, aku masih bingung dengan soal-soal yang ada di meja, sebenarnya ya tinggal di jawab saja, karena aku sama sekali tidak mengerti, jadi apa yang harus aku lakukan..
"ehhh dy, Episode 5 serial Fairy Tail ada perangnya lo, si Natsu ngeluarin 14 Jurus dengan Jari-jarinya, dan lompat dari ketinggian 27 lantai" Si eka mengabarkan ke Aldy.
Ahhhh ada lagi Fairy Tail, tapi kenapa mereka membahas semua yang ada nilainya ya? aku berfikir keras, dan terungkap lah sudah rahasia di balik pembicaraan si Eka dengan si Aldy, aku melirik si Amir, ternyata dia lebih peka dari aku, dengan santai dia mendengarkan apa yang akan di bicarakan si Aldy dan si Eka sesekali tanganya menulis isi dari kode yang dari tadi di berikan si Aldy dan si Eka.
Halaaahhhhhh,,, ternyata dari tadi jawaban dari semua soal ini udah di kasih oleh mereka berdua.
Sontak dengan cepat, melebihi rambatan cahaya, fikiran dan tanganku mulai beradapatasi dengan cerita dan obrolan antara si Aldy dan si Eka.
Senyum saja, tak ada keringat dingin lagi yang membanjiri lekukan wajah dan ketiak ku ini.
Rona wajahku kembali berseri, lebih terlihat segar, pink di pipiku, dan bintik-bintik hitam di hidungku kembali terlihat jelas.
"Waktunya habis, silahkan di kumpulkan, Adi tolong ambil semua lembar jawaban teman-temanmu" Kalimat yang terlontar dari bibir seksi berwarna merah kebiruan milik Ibu Mira, memecah ke heningan kelas dan mengembalikan ku ke kelas setelah berada di sebuah taman penuh bunga, penuh suara burung yang bernyanyi, sebuah taman kebahagian yang begitu saja tercipta karena aku mampu menghalau semua serangan rumus dan soal yang terus-terus saja di hujamkan oleh lembar-lembar soal tadi.
Dan Bell tanda berakhirnya jadwal pelajaran ini pun berakhir, saatnya untuk memanjkan perut di kantin sana, di surganya para cacing perut yang sedari tadi terus berdemo meneriakan hak-hak nya untuk di beri makanan.
Bu Mira pamit untuk kembali ke ruangannya di depan sana, di ruangan para pencerah dan pemberi cahaya, pembuka jendela dunia untuk kita.
Aku, Eka dan Aldy segera berhamburan keluar kelas, begitu pula dengan teman-temanku yang lain, hanya satu saja yang gak keluar kelas, Amir.
"Bawain makanan aja, gw tunggu di sini, di tempat ini, di mimpi yang akan gua rajut" Jawab si Amir ketika kami ajak untuk ikut serta memanjakan perut-perut kami.
"Yaelah, molor mulu lagu lu mir"
"HAAAIIIIIIIIII..............................." Sebuah teriakan di barengi tawa yang aneh terdengar jelas oleh kami, tidak mengagetkan kami, tidak pula menakuti kami, jika terdengar suara itu, tawa lah yang pasti akan muncrat keluar dari mulut kami, Juli Si pemilik suara itu. Mendengar suaranya saja kami sudah terpingkal-pingkal, apa lagi jika membayangkan kekonyolan apa saja yang sudah dan mungkin akan di lakukannya nanti.
Kami melihat ke arahnya, benar saja kami tertawa, melihat sesosok makhluk yang berdiri dengan gaya yang aneh, berpose mirip Elvys Presley akan berlagak di atas panggung.
----=====--- Oktaria "Einstein" Juli ---=====------
Adalah Einstein bagi kami, pakar Fisika yang dulunya satu kelas dengan kami. Karena otaknya yang blink-blink tersebut, banyak kelas yang menginginkan dia menjadi penghuni tetap disana, hingga sampai pada suatu hari dia terpaksa meninggalkan kelas kami, hanya karena ke Egois-an yang mengatas namakan pendidikan dan pelatihan serta pengawasan, seorang guru yang juga berkecimpung dalam dunia tarik menarik, dorong mendorong dan sejenisnya memaksa dan melucuti kebebasan serta hak sang Einstein untuk tetap memilih kandangnya.
Selalu berlagak "kritis" dalam segala hal, apa saja yang dia lihat pasti menjadi suatu bahan pertanyaan dan selalu jadi bahan penelitian yang tak ayal membuat kami juga ikut berfikir keras memikirkan, apa, kenapa suatu hal tersebut terjadi.
Dia yang mengajarakan kami apa itu Ikhlas yang sesungguhnya, ikhlas yang bukan berarti pasrah bukan berarti malas pula.
Yang terlahir jauh di bawah kami, dengan kehidupan seadanya namun penuh dengan kebahagiaan atas kesederhanaan.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Sisi Awal III
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Sisi Awal II
aku ceritakan semua kejadian yang terjadi dari mula aku naik angkot dengan supir yang tidak memiliki hati nurani dan pri kemanusiaan hingga tragedi tempe loncat ke buku milik pemenang miss Indonesia kategori muka terjutek.
"wkwkwkwkwkwk,, ya iya lah mana ada orang yang tak marah jika kejadian tersebut menimpanya, secara ada potongan tempe bekas lu, manusia pemilik bibir terseksi dari abad ke 9 hingga sekarang, mendarat di benda miliknya, entah apapun benda itu " ledeknya tanpa dosa.
"heuuhh kampret, bukannya ngebela malah mencela, kualat lu nanti" serapahku kesal.
"heeeee,, Pisss" timbal Eka dengan mengangkat dua jari nya sambil nyengir kuda, menunjukan barisan gigi nya yang ku akui sangat putih dan merata, layaknya barisan para petugas pengibar bendera saat Upacara 17-an di kecamatan tampat tinggalku, walaupun ada yang sedikit kuning karena kualitas air untuk mencuci baju seragam tersebut memang dari kali di belakang kampung.
Selamat tidak jadi telat, sampai juga di pintu gerbang dunia, bumble bee terus meliuk bermanufer hingga sampai ditempat parkir. Dengan pasti langkah kami terus tertuju pada ruangan dimana akan terjadinya pertempuran antara otak, hati, tangan, mata, telinga dengan lembaran kertas yang memiliki berbagai senjata dan jebakan rumus yang mampu membuat keringat mengucur deras, jantung berdetak kencang, otak terasa keram, sakit perut, susah duduk, kaki dan lutut bergetar, tangan kaku dan masih tersisa banyak efek yang di timbulkan dari so'al-so'al yang tercetak jelas di setiap lembarnnya nanti.
"Cuyy....!!!!!!!"
Ada suara yang sangat tidak asing memanggil, Aku dan Eka menoleh dengan serempak, aku ke kanan dan Eka ke kiri memperhatikan sisi luar kita yang berjalan berdampingan, tapi entah kenapa kami tak menemukan si pemilik suara itu.
"woyyy.."
kami balik badan, ternyata dia ada di belakang, sudah tentu kami gak akan menemukan dia di kiri atau di kanan.
"lahhh", "aduhhh", refleks aku dan Eka,
Sesosok makhluk yang juga sepertinya lahir bukan dari alam kita muncul, dengan gaya rambut mirip-mirip Boy Band Korea, dengan 2 cewek di sampingnya.
--------=========---Aldy -Jadul- Rinaldi---=========-----------
Satu lagi sahabat, sejak kapan kami berteman, entah lah, sepertinya persahabatan itu muncul begitu saja, entah apa sebabnya saya tidak mau tahu, yang jelas persahabatan ini harus tetap saling menguatkan.
Seorang Cassanova kelas. Sebenernya tampang nya tidak begitu meyakinkan dan sama sekali tidak mendukung untuk menjadi seorang Cassanova, tapi nyali dan pede nya yang selangit, membuat dia di kenal dan terkenal bahkan termasuk 10 besar dari cowok paling Populer di SMA kami. Dengan bejibun prestasi yang di milikinya juga, pantaslah banyak cewek-cewek yang banyak meliriknya. Jadul adalah julukan dari salah satu teman sekelas kami, waktu dia terkena Razia kerapihan rambut, rambutnya di potong langsung oleh guru kesiswaan dengan style entah model apa, yang jelas jika di lihat seperti sarang lebah yang punya lubang di sana sini, dengan sangat terpaksa dia memotong rambutnya dengan potongan yang sangat-sangat jadul karena gak ada gaya yang lain yang bisa menutupi anehnya serangan fajar yang tiba-tiba saja di lakukan Pa Ade terhadap rambutnya. Jadilah mirip potongan rambut kakek-kakek tua. Tapi tetap saja untuk seorang Aldy, itu malah menjadi anugerah tersendiri, potongan rambutnya yang aneh itu, menurut para cewek malah menambah kesan lucu dan imut bagi dia. -Hahhh??? aneh kan-
"ladiesss, maaf nanti kita sambung lagi cuap-cuapnya, 2 pasien gw udah dateng, mereka ada konsultasi tentang bagaimana cara menaklukan hati para makhluk indah seperti kalian, maklum mereka itu kan jomblo terlantar yang butuh belas kasihan orang ganteng dan keren seperti gua, oke???"
Anjrit gayanya kaya taeek banget, sok cool.. aku dan Eka saling memandang karena jijik melihat tingkah sahabat kami yang satu ini.
"oke deh, nanti jam istirahat kita ke depan kelas lu ya aldy, pupyeeee....." dua cewek yang entah kena racun apa dari si Aldy itu pun berlalu...
"sengak lu dy, gue udah punya cewek, noh si Ipin yang masih jomblo ngenes terlantar" Omel Eka.
Aku cuman senyum aja, senyum sinis tepatnya sih.
"Loh kenyataaan, gak bisa kalian ngalahin kerennya gua, iya kan??? benerkan??? harus bener dong seantero sekolah ini pun sudah tau" Balas Aldy dengan gayanya yang sangat membuat muak.
bersambung.....
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Sisi Awal I
Ritual yang di lakukan si emak setiap pagi hanya untuk membangunkan ku, anaknya -yang katanya super males-. Kalau begini caranya sih yang bangun bukan aku daong, mungkin para penghuni kuburan di ujung jalan kampung pun bakalan kaget, secara mereka baru saja istirahat setelah semaleman ber aktifitas.
Bukannya langsung bangun yang aku lakuin adalah ambil Hp, cek TL dan Notif Fb, kali aja ada cewe yang komen status aku atau ada yang mention aku di twit, maklum lah jomblo ngenes yang sama sekali belum pernah di pandang cewe, jangankan di pandang di lirik saja pun tak pernah, mungkin. Padahal tampang gak kusut-kusut amat, style Ok, rambut harajuku -katanya sih-, body ya ideal lah untuk ukuran orang Indonesia, hanya idung ku sedikit overload dan jidat yang melebihi kapasitas juga gigi yang sedikit mirip garpu daging, (lumayan kan ?).
Duuaaaaarrrrr... lagi suara pintu yang di lempar ember oleh emak. Tanpa pikir panjang aku langsung menyambar handuk yang tergantung di pintu kamar dan bermanufer langsung menuju kamar mandi -berhenti sejenak di dapur untuk melihat sarapan apa yang di sediakan emak tercinta- Aku yakin jika Dentuman Besar dari pintu kamar ku berkumandang, pasti waktu saat itu sudah melebihi pukul 7 pagi.
panggil saja begitu, atau lebih banyak sahabat ku memanggil dengan Ifin (mungkin lebih tepatnya ipin). Seorang siswa dari Sekolah Menengah Atas di sebuah Kota, tanah Sunda, lumbung Padi nya Indonesia, Karawang. Hobby aku mencari hal baru, entah apa itu, baik positif atau pun negatif -karena hidup butuh keseimbangan-, tergila-gila sama lagu dangdut hingga datang seorang teman baru yang menghancurkan kegilaanku dengan influence Harujuku yang katanya dia dapat dari pamannya yang tinggal di negeri tempat kelahiran Naruto dan Doraemon di sana, Jepang. Nomor sepatu 41, tinggi badan 171, berat badan 49, lingkar perut??? hah? lingkar dada??? perlu ya???
Akhirnya bisa duduk juga, Ku buka tas lusuh ku, Niatnya sih mau baca-baca sambil mengingat-ingat rumus yang sama sekali aku belum pernah ingat, tapi... perhatian ku tertuju pada bungkusan yang ada di dalam tas, sesuatu entah apa. Perlahan dan pelan aku ambil, sesuatu yang terbungkus rapih dalam balutan kertas koran bekas, apa ini?? waahhh... mataku berbinar-binar dan kemudian berkaca-kaca, terharu bahagia. TEMPEE GOREENNGG..... emak ku emang hebat dan paling mengerti. Sikat abis nih tempe, pikirku tanpa menghirukan apa yang terjadi di sekitar, dengan lahap aku gigit kemudian kunyah tempe itu hingga lupa apa sebenarnya tujuan utamaku membuka tas.
"sini buku gw" timbal si pemilik buku jutek, sembari merebut paksa bukunya dari tanganku.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer





